dian purwoko

dian purwoko
kernet sepit boot

Senin, 16 April 2012

PeRmAiNaN MtK


Ya, kali ini saya akan mencoba menuliskan sebuah permainan matematika yang sederhana tapi cukup menarik, karena dengan permainan ini anda bisa mengetahui tanggal lahir orang lain melalui perhitungan angka-angka. Ya, anda cukup ajak teman anda yang anda ingin ketahui tanggal lahirnya untuk bermain dengan angka bersama anda, lalu anda dapat mengetahui tanggal lahirnya, mudah bukan?
Begini, misalnya anda memiliki seorang yang sedang ditaksir lalu anda tidak mengetahui hari ulang tahunnya, maka anda dapat menggunakan permainan ini untuk mengetahui hari ulang tahunnya.
Begini caranya
Pertamax
Ada tiga option yang harus dipilih salah satu pada langkah pertama ini:
1. Apabila teman anda (yang ingin anda ketahui tanggal lahirnya) cukup pandai dalam menghitung, maka suruh dia memegang kertas/buku beserta pulpen (untuk coret-coretan menghitung tentunya)
2. Apabila teman anda (yang ingin anda ketahui tanggal lahirnya) tidak cukup pandai dalam berhitung, maka suruhlah dia memegang kalkulator(untuk digunakan menghitung nanti tentunya)
3. Apabila teman anda (yang ingin anda ketahui tanggal lahirnya) tidak bisa berhitung sama sekali dan tidak bisa menggunakan kalkulator, mending jangan diteruskan permainan ini, soalnya nanti sia-sia saja (ya iya lah?) :lol:
Kemudian
Suruh teman anda untuk melakukan perhitungan ini:
A. mengalikan tanggal lahirnya dengan 5 (tanggal lahir dia X 5)
B. hasil perhitungan pada langkah A tambahkan dengan 6 (hasil A + 6)
C. hasil perhitungan pada langkah B kalikan dengan 4 (hasil B X 4)
D. hasil perhitungan pada langkah C tambahkan dengan 9 (hasil C + 9)
E. hasil perhitungan pada langkah D kalikan dengan 5 (hasil D X 5)
F. hasil perhitungan pada langkah E tambahkan dengan bulan kelahirannya
(NB: Januari=1, February=2, dst)
Setelah langkah A sampai dengan F selesai, mintalah teman anda untuk memberitahukan hasil perhitungannya kepada anda, lalu anda kurangi hasil yang diberitahukan teman anda itu dengan angka kunci, yaitu 165 (hasil perhitungan – 165) nah lalu anda sekarang sudah mengetahui tanggal lahir teman anda.
Contoh:
Hasil perhitungan tanggal lahir saya melalui langkah A sampai dengan F adalah 2767.
Hasil itu dikurangi 165 , jadi 2767-165 = 2602
yap 2602 itu menunjukan tanggal lahir saya, yaitu tanggal 26 bulan 02
Yap sekarang anda dapat mencobanya sendiri dan buat kagum teman anda. Selamat mencoba!
:)

Sumber:
 

mAnFaAt MeMbAcA


Sungguh mengherankan mendengarkan kaum muslimin mengatakan bahwa mereka bosan membaca! Padahal membaca adalah salah satu hobi terbaik yang dimiliki oleh seseorang. Namun sungguh menyedihkan ketika mengetahui bahwa kebanyakan dari kita tidaklah diperkenalkan dengan buku-buku yang menakjubkan dunia. Ini adalah beberapa alasan bagi kita untuk memulai kebiasaan ini… sebelum Anda tertinggal di belakang dalam segala hal.
1. Membaca merupakan proses mental secara aktif. Tidak seperti duduk di depan sebuah kotak idiot (TV, Plasystation, dll), membaca membuat Anda menggunakan otak Anda. Ketika membaca, Anda akan dipaksa untuk memikirkan banyak hal yang Anda belum mengetahuinya. Dalam proses ini, Anda akan menggunakan sel abu-abu otak Anda untuk berfikir dan menjadi semakin pintar.
2. Membaca akan meningkatkan kosakata Anda.Anda dapat belajar bagaimana mengira suatu makna dari suatu kata (yang belum Anda ketahui) dengan membaca konteks dari kata-kata lainnya di sebuah kalimat. Buku, terutama yang menantang, akan menampakkan kepada Anda begitu banyak kata yang mungkin sebaliknya belum Anda ketahui.
3. Membaca akan meningkatkan konsentrasi dan fokus. Anda perlu untuk bisa fokus terhadap buku yang sedang Anda baca untuk waktu yang cukup lama. Tidak seperti majalah, internet atau email yang hanya berisi potongan kecil informasi, buku akan menceritakan keseluruhan cerita. Oleh sebab Anda perlu berkonsentrasi untuk membaca. Seperti otot, Anda akan menjadi lebih baik di dalam berkonsentrasi.
4. Membangun kepercayaan diri.Semakin banyak yang Anda baca, semakin banyak pengetahuan yang Anda dapatkan. Dengan bertambahnya pengetahuan, akan semakin membangun kepercayaan diri. Jadi hal ini merupakan reaksi berantai. Karena Anda adalah seorang pembaca yang baik, orang-orang akan mencari Anda untuk mencari suatu jawaban. Perasaan Anda terhadap diri Anda sendiri akan semakin baik. [Namun ingat, ikhlas tetap merupakan jalan untuk mencapai kesuksesan, dan berhati-hatilah dari sikap merasa bangga diri. Bersyukurlah selalu kepada Allah atas secuil pengetahuan yang Anda miliki].
5. Meningkatkan memori.Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa jika Anda tidak menggunakan memori anda, Anda bisa kehilangannya. Teka-teki silang adalah salah satu contoh permainan kata yang dapat mencegah penyakit Alzheimer. Membaca, walaupun bukan sebuah permainan, akan membantu Anda meregangkan “otot” memori Anda dengan cara yang sama. Membaca itu memerlukan ingatan terhadap detail, fakta dan gambar pada suatu literatur, alur, tema atau karakter cerita.
6. Meningkatkan kedisplinan.Mencari waktu untuk membaca adalah sesuatu yang kita sudah mengetahuinya untuk dilakukan. Namun, siapa yang membuat jadwal untuk membaca buku setiap harinya? Hanya sedikit sekali. Karena itulah, menambahkan aktivitas membaca buku ke dalam jadwal harian Anda dan berpegang dengan jadwal tersebut akan meningkatkan kedisiplinan.
7. Meningkatkan kretivitas.Membaca tentang keanekaragaman kehidupan dan membuka diri Anda terhadap ide dan informasi baru akan membantu perkembangan sisi kreatif otak Anda, karena otak Anda akan menyerap inovasi tersebut ke dalam proses berfikir Anda.
8. Mengurangi kebosanan.Salah satu kebiasaan yang saya miliki adalah, apabila saya merasa bosan, maka saya akan mengambil buku dan mulai membacanya. Apa yang saya temukan dengan berpegang kepada kebiasaan ini adalah, saya menjadi semakin tertarik dengan suatu bahasan buku dan saya sudah tidak bosan lagi. Maksud saya, jika Anda merasa bosan, Anda akan merasa lebih baik dengan membaca buku yang bagus, bukan? Jika Anda ingin memecahkan rasa malas yang monoton, dan kehidupan yang tidak kreatif dan membosankan, maka pergi dan ambillah satu buku yang menarik. Bukalah halaman-halamannya dan jelajahi dunia baru yang penuh dengan informasi dan kecerdasan.

Sumber :
http://remajaislam.com/dunia-muda/tips/93-8-manfaat-membaca.html

MENJADI GURU INSPIRATIF & DISENANGI SISWA


Guru memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Guru tidak sekedar dituntut memiliki kemampuan mentransformasikan pengetahuan dan pengalamannya, memberikan tauladan, tetapi juga diharapkan mampu menginspirasi anak didiknya agar mereka dapat mengembangkan potensi diri dan memiliki akhlak yang baik.
Guru inspiratif bukanlah sekedar berkompeten sesuai dengan akademiknya, mampu mengajar didepan kelas, membuat soal-soal, dan menentukan kelulusan siswa. Guru inspiratif harus memiliki kepribadian yang menarik sehingga dapat menstimulasi siswa untuk mengembangkan potensi diri, menumbuhkan kesadaran siswa dalam meraih masa depannya, dan menjalin kehangatan interaksi antara guru dan siswa sehingga guru tidak lagi dianggap sebagai sosok angker yang menakutkan, tetapi dapat menjadi mitra belajar yang menyenangkan.

Lalu, bekal apakah yang harus kita miliki agar menjadi guru yang penuh inspiratif dan disenangi oleh siswa? Peningkatan kemampuan akademik dan skill mengajar merupakan modal dasar yang harus dimiliki. Akan tetapi tetapi tak boleh dikesampingkan pula bekal-bekal berikut ini :

A. Berpandangan Positif

Terdapat kecenderungan pada diri manusia untuk membentuk pribadinya sesuai apa yang ia bayangkan atau inginkan. Hasil yang kita capai dalam membina diri pribadi adalah sesuai dengan apa yang kita sanjung dalam hati kita atau apa yang kita tidak sukai, kita sendirilah yang menentukan batas kemampuan diri kita ini. Apakah pekembangan kemajuan diri kita itu masih lanjut atau mundur sampai batas tertentu saja.
Seseorang yang memilih cara berpikir dan bersikap positif akan terus menghasilkan buah pikiran yang positif pula sekaligus merangkul harapan rasa optimis dan daya cipta. Sebaliknya seorang yang mengindap pikiran negative tentu saja melibatkan dirinya dalam proses negatif pula. Sebab ia terus-menerus menyalurkan pikiran yang negatif. Tindakan-tindakannya pun akan bersifat negatif terhadap lingkungan sekelilingnya. Seorang mengindap pikiran negatif akan memantulkan buah pikiran negatif dan akan memetik hasil yang negatif pula atas dirinya. Seperti yang dikatakan oleh Willian James, seorang ahli filsafat dan ilmu jiwa :
“Penemuan terbesar dalam generasi umat manusia sekarang ini adalah, bahwa manusia itu bisa merubah cara hidupnya dengan cara merubah jalan pikirannya”

Pandangan positif seorang guru sangatlah penting untuk diperhatikan. Satu hal yang sangat berpengaruh pada diri siswa. Guru harus menampakkan secara jelas dan benar-benar jelas kepada siswanya bahwa kita mempercayai. Sebagai guru, kita percaya bahwa semua siswa mampu dan memiliki motivasi untuk sukses. Buatlah siswa yakin bahwa kita benar-benar mempercayainya. Guru harus berusaha percaya bahwa siswa ingin melakukan yang tebaik, mereka ingin brhasil dan mendapatkan kesuksesan.

Hasil sebuah pengamatan menunjukkan bahwa guru cenderung lebih suka tersenyum, mengobrol dengan akrab dan berbicara dengan cara lebih intelek dan penuh humor kepada kelompok siswa yang berkategori pandai daripada kelompok siswa yang biasa-biasa saja. Sedangkan, kepada siswa yang kurang pandai, guru cenderung berbicara lebih keras, lambat, jarang tersenyum, berinteraksi dengan kalimat-kalimat perintah serta lebih otoriter. Tampaknya, guru memperlakukan siswa sesuai dengan cap yang dilekatkan pada diri mereka; kelompok siswa pandai, bodoh, atau nakal.
Demikianlah realitas yang terjadi, kita sering terbawa oleh prasangka atau anggapan, baik prasangka yang diciptakan oleh diri kita sendiri maupun dibentuk oleh lingkungan. Marilah kita simak cerita tentang prasangk dibawah ini.

Seorang pemuda yang baru saja lulus dari sebuah universitas diterima sebagai tenaga pengajar di sebuah sekolah. Kepala sekolah berkata kepada pemuda itu, “Anda akan mengajar sebuah kelas yang luar biasa. Anak-anaknya cerdas luar biasa dan aktif. Seluruh potensi ada pada mereka. Saya percaya, pasti Anda akan berhasil mengantarkan mereka menjadi siswa-siswa yang sukses. Selamat bekeeja ! “ Kepala sekolah itu menjabat tangan guru yang baru dengan erat, menatap mata dengan sungguh-sungguh dan menambahkan sebuah tepukan di bahu.

Dengan semangat bergelora, guru baru itu pun mulai mengajar. Namun, apa yang dijumpainya? Dia mengajar di sebuah kelas yang penuh berisi anak-anak yang berkategori bandel, banyak provokator dan segala crri lain yang bernuansa negatif.
Beberapa bulan dia mengajar di kelas itu, belum juga berhasil menguasai kelas. Namun, satu hal yang dia pegang erat-erat, pesan kepala sekolah, bahwa dia diberi kelas yang lua biasa dengan anak-anak yang cerdas di dalamnya. Jadi, jika ia belum dapat menguasai kelas, maka mungkin dirinyalah yang belum bisa mengajar. Maka, guru baru itu pun pontang-panting belajar, mencoba banyak cara untuk benar-benar dapat membuat siswa di kelasnya menampilkan kecerdasannya.

Satu semester berlalu, usahanya belum tampak berhasil. Dan dia tetap beusaha menjadi guru yang seprofesional mungkin untuk siswa-siswinya yang di sebut luar biasa cerdas oleh kepala sekolah tersebut. Dan pada akhir tahun pelajaran, usahanya ini sungguh memperoleh hasil yang memuaskan. Siswa mengikuti kegiatan belajar dengan penuh kesadaran dan semangat yang tinggi. Siswa mulai berani menunjukkan potensi kecerdasan dirinya, baik dalam bidang bahasa, matematika, sosial maupun seni.
Pada akhir tahun ajaran itulah kepala sekolah kembali menjabat erat tangan guru barunya, dengan tatapan yang sungguh-sungguh dan sebuah tepukan di bahu. Pada saat itulah kepala sekolah membeberkan sebuah cerita yang mengejutkan. Sebenarnya kelas itu adalah kelas yang paling dihindari oleh semua guru. Guru-guru lama sudah kewalahan menangani mereka dengan se\gala tingkah polah yang serba merusak sementara minatnya terhadap pelajaran sangat kecil.

Bayangkan, bagaimana jika awal kepala sekolah sudah mengatakan bahwa guru baru itu diberi kelas yang penuh dengan trouble maker, bandel, suka mencontek dan lain sebagainya. Pasti, akhir dari cerita di atas akan berbeda. Itulah, kehebatan dampak sebuah prasangka yang mengubah dunia. Oleh karena itu, marilah kita biasakan berprasangka baik dan berpandangan positif dalam setiap denyut kehidupan yang kita jalani.

B. Menjalin Ikatan Emosional

Fakta menunjukkan bahwa siswa akan senang hati mengikuti kegiatan belajar jika gurunya menyenangkan. Pelajaran yang dianggap sebagian orang sulit pun akan menjadi lebih mudah jika siswa memiliki ikatan emosional yang baik dengan gurunya. Bahkan, jika guru itu difavoritkan, siswa dapat mengingat kata demi kata hingga titik koma yang diucapkan gurunya. Luar biasa, bukan!

Akan tetapi, sebaliknya jika guru itu tidak disenangi siswa entah karena guru itu terlalu galak, pilih kasih, pernah menyinggung perasaan siswa, atau sebab lain, maka sepintar apapun guru mengajar, suasana belajar menjadi tidak menyenangkan. Boleh jadi, siswa menjadi antipasti dengan mata pelajarannya. Kalimat-kalimatnya segera mereka lupakan begitu lepas ujian semester.
Pernahkah kita bertanya-tanya mengapa siswa menjadi menutup diri ketika kita marah-marah padanya? Ketika otak menerima ancaman atau tekanan, kapasitas saraf untuk berpikir rasional jadi mengecil. Kondisi ini dapat menghentikan proses belajar pada saat itu dan setelahnya. Pada saat seperti ini kemampuan belajar siswa benar-benar berkurang.

Pernahkah kita menjumpai seorang guru yang jengkel menghadapi siswanya yang tidak segera paham sehingga guru itu mengulang-ulang penjelasannya., dan lama kelamaan suaranya dihiasi dengan tekanan-tekanan seperti orang marah? Dengan cara itu guru mengharap siswanya segera paham, padahal pada saat yang sama sebenarnya siswa itu sedang menghadapi suasana ancaman sehingga dia merasa tertekan. Dan sesungguhnya dengan cara seperti itu kemampuan siswa untuk belajar semakin berkurang. Bayangkan, guru menginginkan siswanya paham justru ketika dia membuat suasana yang menyabotase kemampuan otak siswanya. Jadi, dapat dipastikan kegagalanlah yang diperolehnya.
Adapun cara yang dapat dilakukan untuk membangun ikatan emosional siswa adalah :

1. Membuka Kran Komunikasi
Membuka komunikasi dengan niatan yang tulus dan penuh kasih sayang merupakan kunci utama terbukanya pintu-pintu rahasia keharmonisan guru dan siswa. Komunikasi terbuka akan membuat guru dapat berbicara secara jujur dan penuh kasih mengenai penamatannya tanpa membuat siswa bersikap defensif. Hal ini disebabkan guru cukup peduli untuk memberi umpan balik kepada mereka. Jika guru berinteraksi dengan siswa dalam pandangan yang positif dan tercipta hubungan yang positif pula, maka guru dapat berbicara langsung kepada siswa tentang hal yang terpenting dalam hidupnya, siapa diri mereka dan bagaimana mereka menampilkan diri. Mereka menginginkan hal ini dari guru secara jujur dan penuh dukungan. Dalam hubungan yang sehari-hari menghormati dan menghargai orang yang kita cintai.

2. Memperlakukan Siswa Sebagai Manusia Sederajat
Betapa pun usia siswa masih kanak-kanak, perlakukan siswa seperti kita ingin diperlakukan mereka. Jika kita ingin dihormati maka hormati juga mereka. Jika kita ingin dihargai haknya, maka hargai juga hak mereka. Jika kita ingin didengar mereka, maka kita harus mendengar mereka terlebih dahulu.

3. Lembut dan Hangat
Semua bentuk interaksi guru dengan siswa haruslah dilandasi dengan kasih sayang dan kelembutan. Ini memang klasik, tetapi inilah yang terpenting. Sebab Allah swt telah berjanji akan memberikan kepada kelembutan, sesuatu yang tidak diberikan oleh-Nya kepada yang lain.

Jadi, seandainya guru selalu gagal mengatasi kenakalan siswa, padahal telah menggunakan berbagai metode pendekatann, bisa jadi itu disebabkan ia belum optimal dalam bersikap lemah lembut. Agar interaksi dengan siswa selalu harmonis, guru harus mampu memastikan lahirnya dua hal, yaitu guru mencintai siswa dan siswa menangkap cinta gurunya itu.Hati hanya dapat disentuh dengan hati pula. Sesuatu yang keluar dari hati maka akan tembus kehati. Jika kita mencintai siswa dengan tulus, maka siswa pun merasakan cinta gurunya tersebut dan siswa pun akan mencintai kita.
Dari Aisyah ra., ia berkat bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah itu lembut dan menyukai kelembutan dalam semua urusan.” (H.R. Muslim). Kepada orang yang berperilaku lembut, terutama terhadap mereka yang urusannya berda dalam tanggung jawabnya, Rasulullah bersabda . “Ya Allah, siapapun yang mengatur urusan umatku, lalu ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dirinya. Dan, siapa pun yang mengatur urusan mereka lalu ia bersikap lembut terhadap mereka, mak santunilah mereka . (H.R. Muslim dari Aisyah)

C. Membuat Aturan Main Bersama

Peraturan sungguh perlu, tetapi , tetapi hendaknya dibuat secara bersama-sama sehingga timbul kesadaran dan tanggung jawab untuk melaksanakan peraturan tersebut. Namun, sebelum diterapkan sebuah aturan sebaiknya dibangun dahulu suasana keterbukaan dan kehangatan sehingga masing-masing orang dapat berpendapat dengan bebas. Sedikit meemakan waktu memang, tetapi cukup efektif, terutama dalam pengelolaan kelas.

Pengalaman menunjukkan bahwa menggunakan minggu pertama sekolah untuk menata suasana yang hangat tidak hanya membangun suasana untuk sepanjang tahun, tetapi juga akan menghemat waktu dalam pengelolaan kelas. Tingkat hubungan ini menghasilkan keuntungan tambahan. Jika guru memahami dan bersedia menjalin hubungan saling pengertian dengan siswa, maka guru akan mendapatkan izin untuk menuntut tanggung jawab atas perkataan dan perbuatan mereka. Mereka pasti dengan suka rela melaksanakan aturan tersebut. Hal ini juga membawa konsekuensi logis bahwa meeka pun berhak menuntut hal yang sama dari kita sebagai guru mereka.

D. Membuat Kegembiraan

Jika guru secara sadar dapat menciptakan kegembiraan ke dalam pekerjaannya, maka kegiatan mengajar dan belajar akan lebih menyenangkan. Kegembiraan membuat siswa siap belajar dengan mudah, dan bahkan dapat mengubah sikap negatif menjadi positif, hubungan yang kaku manjadi cair.
Bayangkan jika suasana menegangkan di atas selalu ada dalam proses kegiatan belajar maka sekolah tak ubahnya seperti penjara yang merengut kebebasannya untuk berpikir, berekspresi dan beraktualisasi diri. Oleh karena itu, marilah kita buat suasana belajar dalam keceriaan dan warnai hari-hari kita dengan kegembiraan. Kita masih mempunyai kesempatan untuk memperkenalkan kembali siswa-siswa kita dengan ketaktuban dan kegembiraan belajar.
Dengann suasana belajar yang menyenangkan pastilah akan bermunculan inspirasi-inspirasi baru yang menyegarkan. Inspirasi ini tidak hanya diciptakan oleh guru, tetapi sangat mungkin inspirasi tumbuh dari dalam diri siswa sendiri.

E. Memberi Pujian

Pujian merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan kepada seseorang. Hampir semua orang suka dipuji karena dalam pujian terkandung pengakuan seseorang atas keberadaannya.
Dr. Devey berkata bahwa dorongan yang terkuat dalam diri seseorang ialah : “Keinginan untuk dirinya supaya dianggap penting dan dihargai. Dan William Yones berkata : “Naluri yang terpendam dalam diri manusia ialah rasa diri ingin dihargai orang lain. “ Dan hasrat ini tetap menggelora ataupun terpendam didalam diri setiap orang.

Akan tetapi, sungguh sayang masih jarang guru yang memberikan pujian secara tulus. Pada umumnya guru lebih memerhatikan sanksi-sanksi yang layak diberikan kepada siswa daripada memujinya. Kita memberikan pujian hanya diperuntukkan bagi siswa yang berprestasi secara akademik. Memberikan pujian hanya ditujukan untuk membanding-bandingkan antara si pintar dan si bodoh sehingga justru dapat menyakitkan orang lain.

Pujian sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah. Caranya pun terbilang gampang. Hanya saja memberikan pujian terasa sulit dilakukan karena pengakuan diri kita terlalu besar sehingga cukup sulit untuk berendah hati mengakui kebesaran orang lain.

F. Berani Mengambil Resiko

Berani mengambil resiko tidak hanya berlaku di dunia usaha. Mentalitas semacam itu perlu pula kita tanamkan dalam proses pengajaran. Dan sebenarnyanya jangan jadikan resiko itu sebagai penghambat kemajuan kita. Justru resiko adalah tantangan yang perlu kita hadapi dan selalu berupaya bagaimana mengatasinya.
Sebagai seorang guru yang inspiratif tentu kita tak boleh puas hanya dengan satu model pembelajaran. Bahkan, seandainya model pembelajaran itu kita anggap sangat memuaskan, kita harus senantiasa mencari dan menerapkan model pembelajaran yang baru.
Tentu saja, cara semacam itu penuh resiko karena tidak semua model pembelajaran yang kita tawarkan dapat memuaskan dan menyenangkan. Namun, dengan keberanian mencoba, kita menjadi tahu kelebihan dan kelemahan metode mengajar kita..

G. Menjadi Teladan

Dalam filsofofi jawa dikatakan bahwa guru merupakan akronim dari kata digugu (diyakini) dan ditiru (dicontoh). Segala perkataan dan tindakan guru akan selalu menjadi pusat perhatian siswa. Dan entah disadari atau tidak semua yang dilakukan guru akan mudah ditiru oleh siswa.
Demikian dahsyatnya pengaruh guru maka kita harus senantiasa menjaga kontempalsi diri atas segala hal yang telah dipebuat. Jangan sampai terjadi perilaku buruk kita menjadi potret yang akan ditiru oleh siswa.

Niat menjadi guru teladan bukanlah sesuatu yang muluk, tetapi memang sebuah kewajiban. Niat tersebut akan menjadi penerang langkah hati kita dan pendorong semangat kita. Yakinkan dalam segala gerak langkah kita bahwa kita akan menjadi teladan bagi siswa dan lingkungan kerja.
Menjadi teladan memang bukan hal mudah karena secara manusiawi kita pasti memiliki kekhilafan. Akan tetapi yang penting kita lakukan adalah kejujuran untuk mengakui kesalahan kita dan berupaya untuk memperbaikinya. Dengan cara semacam ini kita akan tampil secara wajar dan orang lain pun akan melihatya secara utuh.

Sumber:

CaRa MeNiNgKaTkAn MoTiVaSi BeLaJaR aNaK

       Ada beberapa Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak dalam kegiatan belajar di sekolah, misalnya saja seperti yang diungkapkan A.M. Sardiman (2005:92-94), yaitu :
1. Memberi angka
Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.
2. Hadiah
Hadiah dapat menjadi motivasi belajar yang kuat, dimana siswa tertarik pada bidang tertentu yang akan diberikan hadiah. Tidak demikian jika hadiah diberikan untuk suatu pekerjaan yang tidak menarik menurut siswa.
3. Kompetisi
Persaingan, baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik.
4. Ego-involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat terlibat secara kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi belajar.
5. Memberi Ulangan
Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan diadakan ulangan. Tetapi ulangan jangan terlalu sering dilakukan karena akan membosankan dan akan jadi rutinitas belaka.
6. Mengetahui Hasil
Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi belajar anak. Dengan mengetahui hasil belajarnya, siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi jika hasil belajar itu mengalami kemajuan, siswa pasti akan berusaha mempertahankannya atau bahkan termotivasi untuk dapat meningkatkannya.
7. Pujian
Apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka perlu diberikan pujian. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi  belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.
8. Hukuman
Hukuman adalah bentuk reinforcement yang negatif, tetapi jika diberikan secara tepat dan bijaksana, bisa menjadi alat motivasi belajar anak. Oleh karena itu, guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman tersebut.
         Hal senada juga diungkapkan oleh  Fathurrohman dan Sutikno (2007: 20) motivasi belajar siswa dapat ditumbuhkan melalui beberapa cara yaitu:
a) Menjelaskan tujuan kepada peserta didik.
Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siswa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.
b) Hadiah.
Hadiah akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.
c) Saingan/kompetisi.
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
d) Pujian.
Siswa yang berprestasi sudah sewajarnya untuk diberikan penghargaan atau pujian. Pujian yang diberikan bersifat membangun. Dengan pujian siswa akan lebih termotivasi untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.
e) Hukuman.
Cara meningkatkan motivasi belajar dengan memberikan hukuman. Hukuman akan diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Bentuk hukuman yang diberikan kepada siswa adalah hukuman yang bersifat mendidik seperti mencari artikel, mengarang dan lain sebagainya.
f)  Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar.
Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. Selain itu, guru juga dapat membuat siswa tertarik dengan materi yang disampaikan dengan cara menggunakan metode yang menarik dan mudah dimengerti siswa.
g) Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
Kebiasaan belajar yang baik dapat dibentuk dengan cara adanya jadwal belajar.
h) Membantu kesulitan belajar peserta didik, baik secara individual maupun kelompok.
Membantu kesulitan peserta didik dengan cara memperhatikan proses dan hasil belajarnya.  Dalam proses belajar terdapat beberap unsur antara lain yaitu penggunaan metode untuk mennyampaikan materi kepada para siswa. Metode yang menarik yaitu dengan gambar dan tulisan warna-warni akan menarik siswa untuk  mencatat dan  mempelajari materi yang telah disampaikan..
i) Menggunakan metode yang bervariasi.
Meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang variasi. Metode yang bervariasi akan sangat membantu dalam proses belajar dan mengajar. Dengan adanya metode yang baru akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi pada siswa.
j) Menggunakan media pembelajaran yang baik, serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
1. Bergaul lah dengan orang-orang yang senang belajar
Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.

Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.

Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.

2.  Belajar apapun
Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.

3.  Belajar dari internet
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.

4.  Bergaullah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

5. Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.

Sumber: